Cincin Terakhir untuk Cinta Terakhir

Subrang

Ketika embun mulai mencair, matahari bersiap terbit tampakkan keperkasaannya. Pukul 04.30..seperti biasanya ponsel Azmi berdering. Namun hingga pukul 04.57, ponsel itu belum mendapatkan jawaban dari Azmi. Nampaknya dia tertidur begitu pulas..karena tak sedikitpun ada tanda-tanda kehidupan dari Azmi.

Dering telepon sempat berhenti tapi kemudian beberapa saat kembali berdering, namun kali ini dering telepon diiringi pula dengan kicauan burung kecil yang sudah dengan riang menyambut pagi datang. Hingga akhirnya pukul 05.24, dengan nada bicara setengah sadar, Azmi meraih ponsel didekat bantalnya…dan,

 

“Halo…Assalamualaikum”

 

Tapi tak ada balasan dari telepon, beberapa detik kemudian hanya terdengar suara seseorang yang menghela nafas panjang.

 

“Huuufss…”

 

Azmi langsung hafal dengan suara itu, suara dari seorang wanita yang bernama Azkyla Salsabila atau biasa dipanggil Kayla.

 

“Haloo, waalaikumsalam… Astaghfirullah aku telepon dari jam setengah lima, baru diangkat sekarang” suara Kayla dengan sedikit serak seperti seseorang yang lelah menunggu.

 

“Hhoooaammhh…emang udah jam berapa sekarang?” Azmi bertanya.

 

“Udah, mau jam setengah 6. ya ampun lagi-lagi kamu subrang..!!” sahut Kayla dengan nada yang lebih tegas.

 

Subrang adalah singkatan kata yang biasa digunakan Kayla yang berarti “subuh beurang”. Berang adalah bahasa sunda yang artinya siang, jadi maksud dari subrang itu sendiri adalah solat subuh yang kesiangan.

 

“Hah? udah jam setengah 6? masa sih…?” jawab Azmi sambil berusaha mengumpulkan enegi untuk bangun.

 

“Huh dasar payah nih…kalo g percaya cek aja tuh keluar, buka jendelanya. Atau tunggu aja bentar lagi juga ada tukang roti ma tukangg gorengan ngelewat, nah itu tandanya udah mau jam 6…ckckckck” ujar Kayla.

 

“Iya..iya maaf…..bawel,,Hehe” jawab Azmi sambil berusaha mencairkan suasana.

 

“yey mlh dibilang bawel ceunah…dasar sleeper….udah sana solat…udah siang nih, aku siram juga kamu ” tegas Kayla.

 

“Widiiih….mau dunkz disiram…apa lagi disiramnya sama kamu…5 ember juga aku rela deh…heu” goda Azmi.

 

“Azmiiiiiiiii….!!!” ujar Kayla sambil dgn nada sdkt menjerit.

 

“Wew,,,ngamuk dia…atut ah..heuheu.. iyaiya aku shlt nih sekarang.. ya udah atuh aku mau wudu dulu ya” jawab Azmi.

 

“Digituin aja baru deh nurut…becak ah kamu mah.. ya udah atuh,,solat sana.. Wassalam” ujar Kayla sambil menutup teleponnya.

 

“Okeoke…kumsalam..” perbincangan pun berakhir dan Azmi, dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudahu dan solat. Coba tebak pukul berapa sekarang? Jam sudah menunjukan pukul 06.00 WIB..ckckckck.. pantas saja Kayla bilang “subrang” ckckckck.

 

Padahal hari ini banyak hal yang harus dilakukan Azmi, mulai dari mempersiapkan materi pelajaran untuk siswanya di sekolah, membantu bapak berkebun, nganter ibu pergi ke pasar dan tak lupa mesti nepatin janji dengan salah satu teman sekolahnya dulu di SMA.

 

Azmi melirik jam tangan yang dipakainya, ternyata sudah pukul 06:43. Semua buku-buku pelajaran sudah siap di tasnya. Namun nampak ada raut muka yang surau terpancar dari binar mata Azmi. Dia masih tertegun di meja makan, setelah menyantap sarapan yang di siapkan sang bunda.

 

“Kapan aku bisa bangun pagi?” dia bergumam dalam hati.

 

Memang permasalahan bangun tidur sudah menjadi kebiasaan buruk yang melekat. Hingga Kayla sering dibuatnya jengkel beraneka jengkel. mulai dari sekedar sebel, bete, bahkan lebih parah lagi Kayla harus hujan air mata hanya untuk membangunkan Azmi. Karena itulah, Azmi sering merasa bersalah dengan kebiasaannya itu.

 

“Hei kok bengong? udah hampir jam 7 nih, kamu mesti berangkat kerja” terdengar suara ibu dari dapur.

 

“Iya bu, bentar lagi”  tapi Azmi masih saja bengong di tempat duduknya sambil sesekali menenggak air putih. Malah dia teringat kejadian beberapa hari yang lalu, saat dia membuat Kayla menangis lantaran penyakit “susah bangun pagi” nya. padahal Kayla sering mengungkapkan alasan-alasan kenapa Azmi harus bangun pagi.

 

Sementara Azmi sibuk dengan aktivitas di hari itu, di tempat lain Kayla juga sedang melakukan aktivitasnya di pagi hari seperti beres-beres kamar, nyuci baju, ngepel, nyuci piring pokoknya hal-hal yang biasa dilakukan ketika sedang tak ada jadwal kuliah.

 

“Haduuuuuhhhh capeeekkk banget iiiih….nyuci dua ember,, rasanya tangan aku udah pada keriting niih..” ucapnya sambil merebahkan diri di kasur. Matanya sempat terpejam untuk beberapa waktu tapi tiba-tiba dia terbangun dan teringat dengan sesuatu hal.

 

“Eh. aku kan belum ngisi buku tidur Azmi ” ujarnya sambil lekas beranjak dari tempatnya.

Buku tidur adalah sebuah buku yang khusus di buat oleh Kayla untuk mencatat jadwal tidur Azmi yang konon katanya “acak-acakan”. Kayla mulai membuka buku tersebut, kemudian dia mulai mencatat.

 

“Eemmmmmmmmmm….tadi pagi si Azmi bangun jam.. eeemmmmm… jam setengah 6…ckckckckckck…eemang dasar sleeper….ckckcckck. Eh, tapi mendingan dari pada hari kemarennya lagi bangun jam 7, yayayayyaya ” ujarnya sambil terus menulis.

 

Karena kesyikan menulis dan menganalisa tanpa terasa hari sudah mulai siang mataharipun mulai menebarkan hawa-hawanya yang mulai memanas, dan ternyada jam sudah menunjukan pukul 12 siang. tak lama kemudian suara kumandang azdan Dzuhur mulai terdengar Kayla pun bergegas mengambil air wudhu.

 

“Saatnya sholat Dzuhur, terus makan siang deh. Menu makan siang kali ini apa yaaa enaknya???? eemmmm… Eh, si Azmi udah sholat belum ya??? udah dzuhur nih dia belum ngasih report”

 

Begitulah Kayla yang rutinitas sehari-harinya sering disibukkan untuk membangunkan Azmi bangun tidur. Dalam hatinya entah sampai kapan Azmi akan seperti ini. Padahal usaha yang Kayla lakukan sudah cukup maksimal, mulai dari menentukan jam tidur buat Azmi, ingetin alarm, berdoa dan lain-lainnya. Tapi Kayla tetap bersabar karena dia yakin usahanya itu akan membuahkan hasil, yang memang membutuhkan proses, tidak bisa instant.

 

“Emmhh nasi udah ada, tapi lauknya belum ada nih, uuhh mesti beli dulu nih ke warung si ibu sebelah”.

 

Lalu Kayla pergi mengenakan kerudungnya beranjak ke warung makan yang letaknya tak jauh dari kosan. Sesampainya di warung,

 

“Ibu..tempe, tahu sama rebusan sayur semuanya berapa?”

 

“Enam ribu neng” jawab si ibu warung.

 

Kayla menyerahkan selembar uang 10 ribuan, yang tak lama berselang menerima uang kembalian dari si Ibu warung. lalu bergegas ke kosan, karena dia ingat mesti mengingatkan Azmi untuk solat dhuhur.

 

“Tiitt…tiiit.” suara sms.

 

“Cuman ingin jumpa ayank, meski jauh ku kan berlayar…

jangan lupa makan siang, biar nanti aku yang bayar..heu..”

 

Seperti biasanya sepengal sms singkat untuk mengingatkan ku agar tidak lupa makan siang… dan coba tebak siapa pengirimnya?? siapa lagi kalau bukan si sleeper Azmi. Dia selalu mengingatkan Kayla agar tidak melupakan makan siang, ya walaupun sesekali dia lupa…tapi ya mau gimana lagi selain sleeper Kayla juga masih punya julukan lainnya,, mau tau?? julukannya adalah “PELUPA”…ckckck…hebat.

 

Setelah selesai membayar Kayla pun membalas sms dari Azmi tersebut.

 

“Jiaaaaahhh….dia pake pantun….ckckckck…. iya, ni juga aku baru beli makan kok. Kamu udah makan??” tanya Kayla

 

“hehehehe…biarin atuh kreatif itu namanya…hehehe. Aku udah ko, sekarang lagi nganter Abah ke kebun” jawab Azmi.

 

“Beuh…tumben rajin,,hehehe…ouuh lagi nganter Abah ya, hati-hati ya… kalau udah nyampe rumah jangan lupa kasih kabar” ujar Kayla.

 

“Bukan rajin tau, tapi ini karena nganter Abah aja sih..hehehe. Oke nanti aku kabarin” balas Azmi.

 

Kayla pun memasukan hp nya kembali ke dalam saku, tanpa terasa dia sudah sampai di depan pintu kosannya, dan membuka pintu tersebut. Ia pun masuk ke dalam kosan, mulai menyiapkan piring untuk menyantap makanan yang tadi sudah dia beli di warung nasi.

 

************

 

Cincin titipan

 

Matahari mulai menyengat permukaan bumi, panasnya hampir membakar kulit, dan aroma panasnya membuat orang-orang enggan bepergian keluar rumah.

 

“Huffsss….”

 

“Gubraaakkk…”

 

Azmi merebahkan dirinya di tempat tidur. rupanya dia udah pulang ke rumah. ditengoknya jam dinding di kamar sudah menunjukkan pukul 13.24 wib.

 

“Hmmmh belum solat Dhuhur” gumamnya dalam hati. kemudian dia pergi mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah solat Dhuhur.

 

“Ya Allah ampunilah dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihaniku sejak kecil. Lapangkanlah rizki ku, bimbinglah aku menuju jalan-Mu. Ya Allah berikanlah kemudahan dalam segala urusan untukku dan keluargaku dan lindungilah orang yang aku sayangi nan jauh disana, jagalah hatinya jangan sampai aku menyakitinya. amiiiin….”.

 

Setelah beres melaksanakan solat, Azmi kembali ke tempat tidurnya, dan….

 

Dengan tatapan sayu dan penuh makna, memandang cincin yang melingkar di jari manisnya. seketika itu juga pikirannya dipenuhi oleh kenangan-kenangan yang ada pada cincin itu. Ya, tak salah lagi.. cincin itu adalah titipan dari Kayla.

 

“Jaga cincin ini baik-baik, jangan sampe hilang.. aku titipin sama kamu. tolong balikin kalo kamu udah punya hati yang lain”.

 

Sesaat mereka terdiam tanpa kata.

 

Lalu..

 

“Lho?? kenapa di balikin?? ya gak usah donk..” sambung Azmi dengan nada heran.

 

“Ya kan itu teh titipan aku” jawab Kayla.

 

Dengan nada penuh canda, Azmi berkata..

“Kan mau aku kasiin ke yang lain, hihihihi”

 

“Huh ga modal, ya itu mah kamu weh beli lagi” jawab Kayla sedikit kesal.

 

Azmi yang masih terbaring ditempat tidur, tersenyum-senyum sambil mengingat saat itu. Saat Kayla menitipkan cincin padanya.

 

“Tiiittt…tiiiiitttt…” hp Kayla berdering,, suara sms masuk

 

“Assalam…Kayla lagi sibuk ga? anterin aku ke BIP yuuu….

pengen belanja bulanan niiihh…di kosan udah ga ada makanan”

 

Rupanya pengirim sms itu adalah Rea sahabat Kayla. mereka pertama kali kenal pada saat masuk kuliah, karena mereka berdua sekelas dan kebetulan kosan Rea tidak jauh dari kosan Kayla mereka berdua jadi sering bersama. Dari situlah akhirnya mereka berdua saling bersahabat. Siang itu Rea mengajak Kayla untuk mengantarnya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan ternama di kota bandung yaitu Bandung Indah Plaza atau biasa disingkat menjadi BIP.

 

“Kumsalam…engga kok, lagi belajar aja sambil nonton TV, ke BIP?? kapan?? jangan sekarang atuh, di luarkan lagi panas banget”. Balas Kayla

 

“Iya yuuk anter, sekalian aku juga pengen maen…bosen nih di kosan terus udah bulukan aku dikosan,boring abiissss…” jawab Rea.

 

“Yey bukannya emang udah bulukan dari dulu yaaa….hahahaha. Maen?? aduh-aduh, mau UAS juga malah ngajak maaen kamu. Belajar woy…belajaarrr” balas Kayla.

 

“Sialan kamu, awas yaah….heu. Ah belajar mulu kamu mah…kan UAS masih lama…masih 6 hari lagi jadi tenang aja atuh. Ayolah Kayla anter aku …ya…ya…ya…ya …hehehe” jawab Rea membujuk Kayla.

 

“Ah kamu mah mengacaukan jadwal belajar aku aja,hehehe. Iya hayu atuh, tapi udah Ashar aja ya Re, gimana?” tanya Kayla.

 

“Sekali-kali atuh Kayla, kamu mah ah belajar mulu…entar otak kamu butek tau..hahaha. Oke deh, janjian ditempat biasa aja ya kayl” balas Rea.

 

“Awas aja kau kalau sampe nilai-nilai ku jelek gara-gara kamu,hehehe… oke-oke sip”

 

Akhirnya mereka berdua sepakat untuk pergi setelah Ashar. sambil menunggu waktu Ashar Kayla membuka kembali buku yang ada di atas meja belajarnya.

“Belajar lagi aahh.. lumayan 2 jam lagi… Semangat!!” gumamnya.

 

Saking asiknya belajar sampai-sampai Kayla tidak menyadari 2 jam telah berlalu cepat dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 15.00 WIB.

 

“Astagfirullah…udah jam setengah empat, aku kan ada janji ma si Rea…haduuuhh mana belum mandi lagi,,,kebut niihh” ujarnya sambil buru-buru beranjak dari meja belajar dan pergi ke kamar mandi. tak lama kemudian Adzan pun berkumandang.

 

“Eh udah ada Rea… udah lama re nunggu di sini?? kenapa ga mampir dulu ke kosan??? ehe.ehe.ehe.” ujar Kayla sambil senyam senyum tak karuan.

 

“Nah…akhirnya ni anak nongol juga, udah akaran nih aku nungguin kamu di sini…lama banget sih candannya??” jawab Rea sambil dengan ekspresi sedikit kesal.

 

“Ya maaf Re, kan cuman telat dikit…tadi aku kesyikan belajar…hehehe…jangan cemberut aja atuh, jelek iiiihh” goda Kayla sambil sedikit mencolek dagu Rea.

 

“Iii apa-apaan sih kamu, emangnya ekeu cewek apakah?? di colak-colek ma situ… ah udah, brengkot nyok.. udah keburu sore nih” ujar Rea.

 

“Aw…aw…aw…mau dong di colak colek,heheh. hayuuu..hayuu..cap cus cint”

 

Mereka berduapun lekas pergi ke tempat yang hendak mereka tuju. sesampainya di sana, Rea dan Kayla langsung masuk ke dalam supermarket dan membeli beberapa kebutuhan untuk satu bulan. Setelah mereka berdua selesai berbelanja, Kayla mengajak Rea untuk melihat-lihat pernak-pernik yang lucu-lucu dan unik.

 

“Re, aku ke atas dulu ya… biasa pengen liat pernak-pernik” ajak Kayla.

“Huh dasar penggila pernak-pernik….iya hayu, aku juga pegen ada yang di beli kok…hehehe” jawab Rea.

 

Mereka berdua pun pergi ke lantai 2 tempat di mana barang-barang yang mereka cari di jual yaitu pernak-pernik. Toko pertama mereka masuki, tapi tak satu pun barang-barang di sana yang mereka beli, sama halnya ketika mereka memasuki toko kedua,ketiga sampai ke toko yang keempat,,semuanya nihiil…tak satupun barang yang mereke beli.

 

Ketika mereka berada di toko keempat Kayla keluar toko duluan dan memilih menunggu Rea diluar toko. sementara Rea masih terlihat memilih-milih. Ketika diluar Kayla melihat sebuah stand kecil yang sedang dikerumuni oleh beberapa orang tepatnya beberapa pasangan muda. karena dia penasaran, dia langsung saja menghampiri stand tersebut dan ternyata stand tersebut menjual aneka macan cincin, dari mulai cincin untuk couple sampai cincin biasa dan harganya pun terjangkau.

 

“Eemmmmm….pantas saja stand ini banyak di kerumuni pasangan muda,,ini toh alasannya…karena mereka sedang mencari cincin. sepertinya mereka mencari cincin untuk dipake bersama” ujarnya dalam hati.

 

Ketika Kayla sedang melihat-lihat, tiba-tiba mata Kayla terhenti di satu titik pandang yang mengarahkan ke suatu tempat apalagi kalau bukan ke salah satu cincin yang ada di sana. Kayla melihat ada sebuah cincin yang terlihat sangat maniis, bentuknya sederhana tidak terlalu banyak corak dan motif namun tetap terlihat elegan dan penuh makna. Kayla langsung jatuh hati ketika melihat cincin tersebut.

 

“Aduuuhhh maniiiss bangeett siih cincin ini…pengeeeenn…pengeeeenn…pengeen beliii” ujarnya dalam hati.

 

Sepertinya Kayla sangat jatuh hati pada cincin yang sekarang sedang dia pegang. seketika itu dia langsung melihat jari manisnya yang sebelah kiri dan berkata dalam hati.

 

“Aduuuhh kayaknya cincin ini cocok deh di jari manis aku yang sebelah kiri…kan sama-sama maniiiss..hehehe. ada yang mau beliin ga??siapa dong yang mau beliin??? eemmmm….apa dia…emmm..apa dia mau beliin buat aku yaaa..???” ujarnya dalam hati.

 

“Kayla…kyl…” sapa Rea.

 

Lamunan Kayla tiba-tiba terhenti mendengar Rea memanggil.

 

“Hah…eh, iya re…udah selesai yaa??” tanya Kayla sambil masih terlihat belum terlalu sadar dari lamunannya.

 

“Iya udah, kamu lagi ngapain di sini ayo ah kita pulang…udah jam setengah enam niih..udah sore…”ajak Rea.

 

“Hah…eh, engga cuman lagi liat-liat aja. iya ayo kita pulang” jawab Kayla sambil melangkah pergi mengikuti Rea yang sudah berjalan di depannya. ketika mereka berdua berjalan meninggalkan stan tersebut, Kayla sempat menoleh lagi ke belakang ke tempat stan cincin itu. sambil menoleh Kayla hanya tersenyum tipis dan sedikit menghela nafas seolah-olah dia tidak rela meninggalkan stand tersebut.

 

“Eeemmmm…huuuuufffftssss….”

 

Akhirnya stan tersebut sudah benar- benar lenyap dari pandangannya. dan tiba-tiba terdengar suara bunyi handphone.

 

“Tiiiitttt….tiiittt…” suara dering sms.

Kayla segera membuka sms itu.

 

“Ada dimana?” sebuah pesan singkat ternyata dari sahabatnya yang bernama Westi.

 

“Lagi di BIP sama Rea, tapi kita lagi on the way pulang ke kosan nih, kamu dimana?” balas Kayla.

 

“Iihh ga ngajak-ngajak kalian belanja, jahatnya.. katanya janjian mau belajar bareng,,aku di depan kosan kamu, nungguin dari tadi.hufss”.

 

Lalu Kayla berbicara kepada Rea, “Astaghfirullah, si Westi udah nungguin dari tadi. Rea, kita percepat ke kosan”.

 

“Emang kenapa?” tanya Rea dengan nada seperti yang penuh ketidaktauan.

 

“Kita kan harusnya sekarang belajar bareng sama Westi” Sahut Kayla.

 

Lalu mereka bergegas menuju pelataran mall BIP, dan menyetop Taxi yang melintas pada saat itu.

************

Lamunan Hati

 

Selama perjalanan Kayla banyak melamun, entah apa yang ada dipikirannya. mungkin dia merasa gak enak sama Westi yang ditinggalin belanja, padahal mereka bertiga udah janji mau belajar bareng. Atau Kayla masih kepikiran cincin manis yang tadi diliatnya di BIP itu.

 

Namun dalam hatinya sempat tersirat sedikit rasa kesal sama Rea, Kayla merasa kesal karena Rea sudah membuat agenda belajar yang disusun. Tapi perasaan kesal tersebut langsung hilang ketika Kayla kembali terbayang lingkaran cantik cincin yang dihiasi mata-mata yang menyerupai berlian, membuat cincin itu terlihat begitu elok.

 

Tak habis lamunan Kayla, Taxi itu telah sampai di tempat tujuan. Kayla dan Rea turun dari taxi dengan langkah yang terburu-buru. Mereka berjalan setengah berlari menuju kosan.

 

Benar saja, didepan teras kosan Kayla, sudah ada Westi berdiri tegak dan dengan ekspresi tegak pula menyambut kedatangan Kayla dan Rea. Namun kondisi seperti itu segera terkuasai dengan sikap Kayla yang menggoda Westi. Hingga suasana kembali mencair dan mereka memulai belajar bersama.

 

“Tiiitt…tiiit..” Hp Azmi berdering..

 

“Kok ga ada report???” sms itu dari Kayla

 

“Hehehe…maaf Kayla, baru bangun tidur nih..heu” jawab Azmi.

 

“Pantes…kebiasaan deh kamu mah. Kan udah aku bilang jangan tidur sore-sore nanti malemnya kamu bisa susah tidur, nah kalau udah susah tidur malem, efeknya kamu jadi susah bangun subuh” tegas Kayla.

 

“Iya..iya..maaf…tadi ga sadar tiba-tiba aja ketiduran, padahal tadi tuh lagi nonton TV da…tapi sambil tiduran jadi aja ketiduran,,heheh. maaf ya sayang” ujar Azmi.

 

“Huuufftttssss…..selalu saja…kan udah aku bilang, jangan deket hal-hal yang bisa bikin kamu jadi ngantuk apalagi di waktu-waktu rawan kayak gitu…ah kamu mah” balas Kayla.

 

“Maaf ya Kayla….jangan kesel dong…maaf yaa….di maafin ga nih??” ujar Azmi sambil dengan nada membujuk.

 

“”Ya udah aku maaf…jangan sekali-kali lagi yah…yaudah sana mandi dulu, bentar lagi udah mau Magrib…kamu udah harus ke musola” jawab Kayla.

 

“Iya sayang…iya…ni aku juga mau mandi ko…makasih yaa..”

 

“Iya sama-sama sayang…”

 

Adzan Magrib pun berkumandang, tidak hanya Azmi yang pergi ke mushola untuk solat magrib tapi di tempat yang berbeda Kayla, Rea dan Westi juga sedang menunaikan ibadah sholat Magrib.

 

Setelah sholat, Kayla kembali lagi melakukan aktifitasnya bersama sahabat-sahabat tercintanya Rea dan Westi. Tapi entah kenapa fikiran Kayla masih tetap saja belum fokus.

Ternyata dia masih saja memikirkan cincin yang tadi Kayla liat di BIP.

 

Cincin itu telah menyita sebagian fikirannya, sehingga dia tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari cincin tersebut.

 

“Haduuuhh cincin…udah di beli orang belum yaa…pengen iiii….huuuffttsss” ujarnya dalam hati.

 

Kayla masih saja melanjutkan lamunannya, sementara Rea dan Westi masih asik saja dengan kegiatan belajar mereka. Hingga jam dinging menunjukan pukul 7 malam, kegiatan belajar untuk hari itu pun berakhir.

************

 

 

 

 

 

 

Kangen Kamu

 

“Wooii..!!!!” tiba-tiba suara keras menghentakkan lamunan Kayla.

 

Suara Rea dan Westi

 

“Astaghfirullah, Rea ..Westi, kalian apa-apaan sih..ngagetin aja”

sahut Kayla.

 

“Yeee mestinya tuh kita yang nanya ma kamu, ngapain coba dari td ngelamun,, mikirin apa sih?” jawab Westi menggoda.

 

“Hallahh paling2 dia mikirin UAS Res..” sambung Rea.

 

Kayla hanya tersenyum-senyum saja mendengar ucapan Rea dan Westi, menunjukkan jika memang saat ini tengah ada yang mengganggu pikirannya.

 

Karena malam semakin meninggi, Rea dan Westi pun berpamitan untuk pulang ke tempat kost masing2, yang letaknya tak jauh dari tempat kost Kayla, hanya berbeda gang saja.

 

Jam 20.13, saatnya Kayla rehat sejenak dari aktivitas hari itu.

 

“Tiiitttt….tiiittt” ada sms, Kayla meraih hp Nokia 5230 nya.

 

“Assalam, lagi ngapain” sebuah kalimat singkat dari Azmi

 

“Waalaikum, lagi apa?? emmhh coba kamu tebak deh.heu”

 

“Emmhhhh lagi nnton TV bukan? atau lagi online?”

 

“Beuh salah tauu…”

 

“Terus yang bener lagi apa dunk?”

 

“Aku lagi kangen sama kamu”

 

“Tumben?” Azmi bertanya seperti yang heran membaca sms dari Kayla.

 

“Tumben gmn?”

 

“Tumben kamu bs ngegombal..hehe” balas Azmi menggoda.

 

“Yaa biarin atuh sekali-kali, emang cuma kamu aja yang bisa?”

 

“Eh aku mau ke bdg nih”

 

“Oiyaa?? kapan?” jawab Kayla menginginkan kepastian.

 

“Emmhh kira-kira 3 hari lagi”

 

“Mau ngapain ke bandungdg?”

 

“Jiah malah nanya, yaa mau ketemu kamulah.. emang mau ngapain lagi?” balas Azmi meyakinkan Kayla.

 

“Yaa kirain ada urusan oranganisasi atau yang lain.heu”

 

“Ya udah deh.. wait for me ok, nti kita jalan2 ke makam2 yang ada di Bandungg”

 

“Beuh,, hobi banget tuh mengunjungi sodara,ckckk.. ok deh. aku tunggu di bandung yaa”

 

“Siipp..wassalam”

 

“Walkamuslm”

 

Azmi mengakhiri pembicaraan lewat sms dengan Kayla. Kemudian dia merebahkan tubuhnya ke kasur. sambil sesekali membuka Hp membca kembali pesan-pesan yang tadi. Dalam hatinya tersenyum, karena dalam waktu dekat ini mereka akan bertemu. yang seketika itu juga terlintas dalam pikiran Azmi, bagaimana reaksi mereka saat bertemu, bagaimana rupa Kayla, bagaimana dengan hangatnya kebersamaan mereka yang akan terulang kembali dalam beberapa hari kedepan.

 

 

 

Nampaknya benih-benih rindu semakin menguasai pikiran Azmi,hingga dia tersentak dan terkejut yang serta merta membuyarkan lamunan rindunya.

 

“Astaghfirullah, belum solat Isya… hufss.. gara-gara ketiduran tadi. jadi ga sempet berjamaah ke mushola”

 

2 hari terus berjalan dan esok, adalah hari keberangkatan Azmi ke Bandung.

************

 

 

Perjalanan Menuju Cinta

Jam dinding menunjukan pukul 05.15 tapi Azmi masih belum bangun juga, tapi Kayla msh terus saja mencoba membangunkan Azmi dengan menelpon dia. sudah dari sejam yang lalu Kayla membangunkan Azmi tapi sepertinya Azmi masih saja tertidur dengan pulasnya.

 

“Astagfirullah Azmi…kapan mau bangunnya ini udah mau jam stgh 6…kan belum sholat Subuh…” ujar Kayla sambil dengan nada suara khawatir.

 

Kayla masih saja mencoba membangunkan Azmi, kini dia sudah mulai merasa sedikit kesal.

 

“Ya Allah. Azmiiii buruan banguun. pliiiiss Azmi.. banguuunn…”

 

Setelah sekian lamanya Kayla mencoba membangunkan Azmi, akhirnya dia bangun juga dan coba tebak pukul berapa dia bangun?? tepat pukul 06.30.

 

“Halloo..emmm yah…” jawab Azmi dengan suara yang masih terdengar ngantuk.

 

“Udah jam berapa nih, kamu belum sholat subuh kan??” dengan nada sedikit jutek.

 

“Hemmh…eemang jam berapa gt?? iya belum solat, kan baru bangun”

 

“Sekarang tuh udah jam setengah 7”

 

“Hah??seriusan??? Astagfirullah…ya udah kalau gitu aku sholat dulu ya sayang. Wassalam..”

 

Azmi buru-buru menutup teleponnya dan bergegas sholat subuh. sementara itu Kayla masih dengan sabar menunggu kabar dari Azmi, kabar bahwa dia sudah sholat dan tidak tidur lagi. kebiasaan itu memang akhirnya akhir ini menjadi agenda wajib di pagi hari. semua itu dilakukan agar Azmi mulai disiplin dengan jadwal tidurnya yang memang sangat tidak teratur.

 

Sudah hampir jam 8 tapi Azmi belum juga memberi kabar,

 

“Ya ALLah si Azmi kenapa lagi sih, apa jangan-jangan dia tidur lagi ya??”

 

Kayla mencoba menelpon Azmi tapi sudah 4 kali Kayla menelpon tetap saja tidak ada tanda-tanda Azmi mengangkatnya, dan benar saja sepertinya Azmi tidur lagi atau dengan kata lain ketiduran. Lagi-lagi dia ketiduran dan lupa memberi kabar pada Kayla.

 

Kayla mulai kesal, matanya sedikit berlinang air mata tapi dia mencoba untuk tetap sabar membangunkan Azmi kembali. sekarang jam sudah menunjukan pukul 11, tapi Azmi masih belum bisa dibangunkan Kayla mulai ingin menangis sudah 3 jam dia mencoba membangunkan Azmi dan menunggu Azmi memberi dia kabar tapi nyatanya samapai menjelang dzuhur Azmi masih anteng dengan tidurnya. barulah ketika adzan Duhur berkumandang dia akhirnya bangun.

 

“Hallow…sayang maaf ya aku ketiduran”

 

“Kamu lupa ngasih kabar??iya??lagi-lagi…liat ada berapa misscall”

 

Suara Kayla sudah mulai terdengar terisak-isak, seperti orang yang menahan tangis.

 

“Astagfirullah…50 misscall…maafin aku sayang, aku terlalu cepet ketiduran lagi..kamu jangan nangis atuh ya…aku harus ngapain biar kamu ga sedih”

 

“Udahlah, cukup…hari ini kamu mau ke bandung kan?? ya udah siap-siap sana. Apapun yang mau kamu bilang, apapun yang mau kamu lakuin… aku tunggu semua Di Bandung…hiks..hiks..hiks…”

 

Kayla mulai terdengar menangis,,mungkin karena dia sudah terlalu kesal dengan kejadian hari ini. hampir 4 jam dia menggu Azmi memberi kabar padanya.

 

“Ya udah kalau gitu…tunggu aku di bandung ya sayang.., tuuut..”

 

Azmi menutup teleponnya dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke Bbandung dalam hatinya dia berkata

 

“Astagfirullah…lagi-lagi bikin Kayla sedih…gara-gara ketiduran…huuufftttss…bukan cuman bikin dia sedih aja, tapi gara-gara ketiduran jadwal keberangkatan aku ke Bandung jadi molor 2 jam..huuufftttsss….apa yang harus aku bilang nanti kalau ketemu dia? apa yang harus aku lakuain supaya dia ga sedih lagi…aarrrrggghhh…..kenapa sih aku harus ketiduran?”

 

Bukan cuman Kayla sebenarnya yang kesal tapi Azmi sendiri juga sudah cukup capek menghadapi kebiasaan tidurnya itu. sekarang di otaknya hanya ada Kayla, hatinya merasa sedih mendengar orang yang dia sayangi menangis karena ulah tidurnya itu. sekarang dia hanya sedang memikirkan bagaimana caranya agar Kayla tidak sedih lagi…di otaknya terus saja berputar memikirkan hal itu.

 

“Kenapa sih kamu?” tanya Rea kpd Kayla.

 

“Muka ditekuk, bibir maju gitu” sambung Westi.

 

“Aaah ga papa, ga ada yang perlu dikhawatirkan” jawab Kayla dengan nada datar.

 

“Yakin ga papa” Rea meragukan jawaban Kayla.

 

“Iya yakin kok Re, ini cuma sisa kesal aku td pagi. kesal sama Azmi”

tukas Kayla mencoba meyakinkan.

 

“ya baguslah kalo gitu, kita kan khawatir, takutnya kamu kesel karena kita-kita” sambung Westi sambil meminum jus yang ada di hadapannya.

 

“Engga kok, kalian sahabat terbaik yang pernah aku temuin, dan aku senang berada diantara kalian” Kayla tersenyum kecil.

 

“Kalo gitu gmn kalo kamu yang bayarin makan siang kita sekarang” sahut Rea.

 

“Betul..!!!” kata Westi menyetujui.

 

“Lhaaa… apa hubungannya?” Kayla bertanya heran.

 

“Katanya kamu seneng bersahabat ama kita?” kata Westi dan Rea kompak.

 

“Beuuhh ini sih pemerasan namanya” jawab Kayla jutek.

 

“Hahahaha…. wah kalo kamu ga mau bayarin berarti omongan kamu yang td ga terbukti. itu berarti kamu juga udah bohongin kita-kita” Rea mencoba menjelaskan.

 

“Dan kamu hrs mendapatkan hukuman yang amat pedih dari kita” ekspresi Westi sedikit menakuti.

 

“Hukuman gmn? ah ngarang nih..?” jawab Kayla heran.

 

“Tapi tenang aja meskipun hukumannya pedih tapi kamu bakal suka kok”

kata Rea membuat penasaran.

 

“Suka????” Kayla semakin bingung.

 

“Kamu akan menerima hukuman pencabulan dari kita. hahahahaa” Westi tertawa lepas dan sangat lantang. hingga orang-orang disekitar kantin yang terletak di depan kampus itu menoleh ke arah mereka.

 

Kayla dan Rea menyadari akan hal itu, ketika orang2 yang berada di meja kantin menoleh ke arah mereka.

 

“Huuuusssstt…” mulut Rea berdesis.

 

“Kamu ketawa apa kesurupan?” kata Rea.

 

“Iya iihh.. bikin malu aja” kata Kayla sambil menoleh ke sekitar.

 

Lalu sesaat Westi pun terdiam dan tersadar ketika menoleh di sekitar orang-orang yang memperhatkan dia. tapi seakan Westi tak peduli dan kembali meneruskan tawanya.

 

“Hahahahahahahahahahah…hahahahaha”

 

“Aduuhhh..” Kayla dan Rea menutup muka masing-masing. Tak lama berselang ada salah seorang teman sekelas mereka memanggil dari kejauhan.

 

“Hey kalian ga akan masuk kelas? kita kan ada kelas bahasa inggris sekarang?”

 

Mendengar seruan dari teman mereka itu, lalu Kayla Rea dan Westi pun beranjak pergi ke kelas.

 

Dengan membawa satu tas gendong yang berisi baju-baju dan peralatan mandi Azmi telah tiba di terminal pemberangkatan menunggu bis jurusan Bandung.

 

“Aduh.. jam segini belum dateng juga” sambil melihat jam tangan yang dikenakan di tangan kirinya.

 

Lalu seorang anak kecil pedagang asongan menawarkan air minum kepada Azmi.

 

“Kak beli air minumnya? buat persiapan di jalan” dengan muka sedikit memelas.

 

“Emmhh brp harganya?” tanya Azmi.

 

“5 ribu kak” jawab anak kecil itu dgn singkat.

 

Azmi mengertkan dahi dan berkata ” kok mahal? biasanya minuman sejenis ini cuma 2 ribu aja”

 

Lalu anak kecil itu menjawab ” iya kak, aku lagi butuh uang banyak kak”

 

“Buat apa?” jawab Azmi beranda lembut.

 

“Aku punya hutang sama bos aku, gara-gara kemarin aku ga berjualan karena ibu aku sedang sakit”

 

“Hah,, memangnya kamu ga bilang sama bos?” Azmi bertanya.

 

“Bilang, tapi tetep aja aku harus bayar” mukanya tertunduk sedih.

 

Wah ini sih udah masuk kategori kejahatan, eksploitasi anak dibawah umur. benar-benar perbuatan yang merugikan. Harusnya usia anak belia sperti dia berada di bangku sekolah. tanpa perlu bekerja banting tulang seperti ini.

 

“Emang bapak kamu kamun nak?” Azmi bertanya.

 

“Bapak sudah meninggal” jawab anak kecil pedagang asongan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Sekarang Azmi paham, bahwa anak ini terpaksa bekerja di bos pedagang asongan karena memang kondisi keluarga yang sulit. tapi dalam benaknya masih mempertanyakan sikap bos pedagang tersebut yang tega memeras anak kecil polos itu.

 

Lalu Azmi merogoh uang yang ada disakunya. sambil bertanya ” memang kalo ga kerja 1 hari berapa denda yang harus kamu bayar?”

 

“Besar kak, aku harus bayar 5 rb, kalo aku ga masuk kerja satu hari” kata anak kecil itu menjelaskan.

 

“Ooh ya sudah sini kakak beli minuman itu. ini uangnya ambil saja semua” sambil menyodorkan uang 10 ribuan. Lalu anak kecil tersebut menengadahkan mukanya menatap kepada Azmi dengan senyum yang tersungging di bibirnya. dia merasa senang menerima itu.

 

“Makasiih ka….!!”

 

“Sama-sama” sambil mengusap kepala anak itu dan terbesit segurat ekspresi keprihatinan atas nasib anak itu yang kurang beruntung.

 

“Alhamdulillah ya Allah, aku dilahirkan di lingkungan keluarga yang harmonis, dan ga mesti mengalami seperti mereka yang kurang beruntung” dalam hatinya bergumam.

 

Dan sesaat setelah itu, bus antar kota jurusan Bandung tiba. lalu Azmi pun bergegas menghampiri, dan masuk kedalam bis langsung menempati tempat duduknya.

 

************

 

Ego dan Cinta yang Membara

Di dalam kelas, Kayla masih saja melamun. Dia masih saja merasa kalau perasaannya belum menentu. sepanjang pelajaran dia lebih banyak melamun dan sama sekali tidak memperhatikan mata kuliah yang sedang berlangsung di otaknya seperti ada sesuatu yang belum beres dan masih saja mengganjal perasaannya sehingga dia tidak bisa fokus ke hal yang lain untuk hari itu.

 

Bu Ani masih saja berbicara di depan kelas tapi sedikitpun arah pandangan Kayla tidak melihat ke arah dosen bahasa inggris itu, matanya malah melihat ke luar jendela entah apa yang ada di otaknya sekarang.

 

Hingga tanpa terasa kuliah hari itu telah selesai tapi Kayla malah asik aja melamun sambil melihat ke arah luar jendela, sampai sebuah panggilan membuyarkan lamunannya.

 

“Heh, asik banget kayaknya ngelamunnya….ngelamunin apa sih???” tanya Rea sambil mengagetkannya dari belakang.

 

“Eh kamu re, apa sih kamu ganggu aja…udah sana perhatiin aja pelajarannya…ga usah ngeganggu deh…” jawab Kayla.

 

“Hah???? helooowwwww….belum sadar juga ya non?? makanya jangan ngelamun mulu…liat dong sekitar kamu…”

 

“Liat apa sih…( sambil selingak celinguk ke arah kanan dan kirinya) eh orang-orang pada kemana Re??? udah selesai ya kelasnya???” tanya Kayla dengan wajah bingung.

 

“Masyaallah….aduh Kayla…kamu tuh kenapa sih…??? ga ngeuh apa kalau kelas udah beres 7 menit yang lalu…kamu ke mana aja sih??”jawab Rea heran.

 

“Oh gitu ya. Kamu ko ga bilang re?? tau gitu kan aku pulang dari tadi…”

 

“Jiaaaahhh dia malah nyalahin aku. Heh non, kamu tuh yang keasyikan ngelamunnya. Haduuhh ampun dah.. udah ah, ayo kita pergi dari sini anak-anak udah nungguin tuh di bawah.. mereka ngajakin makan katanya,,ni kan udah jam makan siang…hayuuu aahh cap cus” ajak Rea pada Kayla sambil meraih tangan Kayla untuk berdiri.

 

“Makan??eeeeeeemmmmmmm……engga ah, aku ga laper…sok aja kalian makan. aku kayaknya mau pulang aja ke kosan deh…kurang enak badan aku” tolak Kayla.

 

“Yaaahhhhh, ah kamu mah ga asik deh….ya udah atuh…sana pulang, istirahat ya sayooong.. tapi awas jangan ngelamun ya, nanti kesambet” goda Rea.

 

“Hehehe…iya iya…aku istirahat ko, ga ngelamun” jawab Kayla sambil menyilangkan telunjuk dan jari tengahnya di belakang punggungnya. Itu tandanya Kayla akan mengingkari perjanjiannya dengan Rea, karena sepertinya Kayla masih akan melamun di kosannya.

Langit terlihat mendung, cahaya matahari pun tak nampak, angin semilir berhembus membelai wajah Kayla dari celah jendela kamar kostnya.  sesekali dia melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 16.24. dan seketika itu juga.. HP Kayla berdering

 

“tiiiiiiitt..tiiit…”

 

Dipandanglah Hp yang ada di tangannya, ternyata panggilan dari Azmi,

 

“Halo, assalamualaikum” suara Azmi dari telepon.

 

“waalaikumsalam” sahut Kayla.

 

“Kamu dimana Kayla? aku udah ada di gerbang kampus”

 

“Aku di kosan, tadi siang sih dari kampus”

 

“Kenapa balik lagi ke kosan? kamu kan tau kita mau ketemu dikampus?”

 

“Tadinya emang mau nunggu tapi aku ga ada temen, masa sendirian dikampus, kan bete”

 

“Huuu bete mulu kamu mah” jawab Azmi.

 

“Kamu ga ada kabar sih mau ke kampus jam berapa, harusnya kasih kabar, sms atau telepon, jadi kan pasti,huufss” keluh Kayla.

 

“Iya, maaf sayang, aku kehabisan pulsa. Ini aja baru beli di depan kampus. Yaudah sekarang kamu ke kamupus ya, maaf ga bs jemput” Azmi menjelaskan.

 

“Iya,aku kesana sekarang, tapi mau solat Ashar dulu. Kamu tunggu di depan koperasi aja”

 

Ok, aku mah udah solat barusan. ampe ketemu, wassalamualaikum”

 

“Walaikumsalam”

 

Lalu perbincangan pun berakhir, dan Azmi menutup teleponnya memasukkannya kedalam saku celana sambil berjalan menuju koprasi tempat pertemuan dia dan Kayla.

 

Azmi melihat-lihat disekeliling koprasi, suasana kampus yang tak jauh berbeda pada saat dirinya msh jadi mahasiswa disana. Matanya memandang kursi kosong di depan koperasi, terlintas bayangannya waktu dulu bersama Kayla duduk di kursi itu berbincang-bincang pada saat mereka baru saling mengenal. pikirannya melayang-layang sambil tangannya menutupi bibirnya lantaran dia tersenyum-senyum sendiri.

 

lagi asik-asiknya terkenang tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memegang pundaknya. Azmi terkejut sambil menolah ke arah tangan itu. Ternyata itu Kayla.

 

“Heeiii.. kok cepet?” Azmi bertanya heran.

 

“Iya, sengaja aku mempercepat” Jawab Kayla dengan nada lemah.

 

“Kamu kenapa Kayla? Kok lemes gitu sih jawabnya? Udah makan siang?”

 

“Belum” lagi-lagi dengan nada bicara Kayla yang lemah.

 

“Kok belum? Kenapa?” Sahut Azmi.

 

Dengan singkat, Kayla menjawab: “ga ada selera”

 

“Huuffsss…” Azmi menghela nafas panjang.

 

“Aku tau, kamu masih kesal dengan kejadian yang kemarin. Tak apa, aku cukup paham dengan suasana hati kamu”

 

“Cukup paham???” Kayla menyela pembicaraan.

 

“Cuma itu? Reaksi kamu?” sambung Kayla.

 

“Apa kamu ga berfikir sedikitapiun bgaimana biar keadaan aku membaik? Bukan hanya sekedar memahami gitu?”

 

Azmi menjawab “iya aku pun mau melakukan itu, tapi kalo sikap kamu kaya gini, agak susah. Ga ada kerja sama dari kamu. Sepertinya usaha aku akan sia-sia”

 

“Kenapa nada bicara kamu kaya gt? Kamu ikut kesel juga?” Sahut Kayla menanggapi.

 

“Aaaaaaahhhh sudahlah, aku cuma ingin kita mencari solusi biar suasana jadi cair lagi” ungkap Azmi mencoba menenangkan, lalu diam sesaat.

 

“Terus??” Tanya Kayla, menanti jawaban.

 

Mereka berdua diam untuk beberapa menit, saling membuang pandangan. Sepertinya mereka saling menunggu satu sama lain. Hingga akhirnya Azmi melontarkan beberapa kalimat.

 

“Sudahlah, kita ketemu lagi aja nanti malem jam 07.00 di Café Ngopi doeloe. Aku tunggu kamu disana. Dan kita bicarakan semuanya, dari awal sampai tuntas. Mengerti?”

 

“Apa? Kamu mau biarin kondisi aku kayak gini sampe nanti malem?” Ungkap Kayla sambil matanya menatap kesal kearah Azmi.

 

“Bukan, tapi aku mau kita lebih tenang lagi saat ketemu nanti” Jawab Azmi. Sambil dia beranjak dari tempat duduknya dan nampak akan meninggalkan Kayla.

 

“Ga..!! aku ga mau, kita beresin sekarang aja. Sampe kapanpun aku ga akan tenang kalo bgini caranya”

 

Tapi Azmi tak menghiraukan,

 

“Azmiii…???!” Kayla mencoba mencegah berteriak tuk memanggil.

 

“Sampai ketemu nanti malam” Jawab Azmi, sambil mengangkat tangan kanannya dan tak selangkahpun ia berhenti atau menoleh. Dia tetap pergi.

************

 

 

Cincin Terakhir untuk Cinta Terakhir

Pukul 18.23, Azmi sudah berangkat menuju tempat pertemuan dengan Kayla. Ia berangkat lebih dulu dan tidak bersama Kayla karena ia mesti mampir ke kosan temannya untuk meminjam motor yang letaknya sangat jauh dari kosan Kayla.

 

Ketika dalam perjalanan hp Azmi berdering, nampaknya ada telepon dari Kayla. Namun Azmi tak bisa mengangkat telepon karena sedang mengendarai motor dalam perjlanan menuju Cafe Ngopi doeloe.

 

Nampak raut wajah Kayla yang suram, sambil terus memandang hp yang dipegangnya, berharap ada kabar susulan dari Azmi yang tak mengangkat telepon darinya.

Sudah habis beberapa lembar tissue yang berserakan dilantai kamar kosan Kayla. Rupanya ia menangis, karena kesal, sedih, dan khawatir. Lalu sesaat kemudian,

 

“Tiiitt…tiiitt” Hp Kayla berdering, tanda sebuah pesan singkat masuk.

 

“Aku udah ada di café, maaf td ga angkat telepon karena aku lagi bawa motor”. Sebuah pesan dari Azmi.

 

“Iiiiiiiiihhh kenapa ga bilang sih daritadi sore kalo mau berangkat langsung, padahal aku nunggu dia, tau gt aku juga pergi dari tadi” Kayla menggerutu.

 

Lalu dia mengirim balasan sms kepada Azmi dengan singkat .

 

“OK!” Kayla pun bergegas untuk menuju kafé.

 

30 menit kemudian, ia sudah tiba di lokasi. Disana ia menatap sekeliling meja, yang sudah agak penuh dengan pasangan muda-mudi yang sedang bercakap-cakap, ada juga beberapa orang mahasiswa yang nampak sibuk dengan laptopnya yang terhubung dengan hotspot. Dan suasana ruangan nampak romantis dengan cahaya lampu yang redup, dan sayup-sayup terdengar musik yang mengalun indah.

 

Matanya yang sayu karena bekas menangis berkeliling menelusuri setiap meja, hingga tatapannya terhenti pada meja yang ada disudut ruangan, disana sudah ada seorang laki-laki yang juga sedang asyik memainkan laptop, dia adalah Azmi. Kayla pun berjalan menghampiri.

 

“Hei.. udah nyampe, silahkan duduk” kata Azmi menyambut kedatangan orang yang dinantinya, sambil menutup laptopnya.

 

Tanpa ada kata, Kayla menarik kursi yang terbuat dari kayu lalu duduk menghadap Azmi. Kemudian Azmi memberikan Kayla menu makanan, dan mempersilahkan dia untuk memesan.

 

Kayla meraihnya dan mulai membuka lembaran menu itu, kemudian dia menunjuk satu gelas menu minuman dan berkata,

 

“Juice strawberry tanpa susu, aku pesan ini aja”

 

“Ok, kita mau tunggu pesanan kamu dateng atau kita bisa sambil ngobrol sekarang?” Azmi memberikan pilihan kepada Kayla.

 

“Boleh sambil ngobrol juga” tukas Kayla.

 

“Baiklah, sebelumnya aku mau minta maaf karena tadi ga bisa bareng berangkat ma kamu. tadi tu aku hrs ke kosan aris dulu pinjem motor dia. Jadi ga mungkin waktunya kalo aku harus balik lagi jemput kamu” tutur Azmi.

 

“Iya ga papa” jawab Kayla jutek.

 

“Terus, yang kedua, aku juga mau minta maaf kalo selama ini aku selalu bikin kamu sedih. Terutama saat pagi hari, saat yang paling aku benci. Karena aku sering membuat kamu menangis. Akibat kebiasaan buruk aku yang susah bangun pagi” kata Azmi menjelaskan.

 

“Tapi mau sampai kapan kamu kayak gini? Aku ga butuh kata maaf. Tapi aku mau kamu bisa berubah. Lebih disiplin lagi!” sahut Kayla dengan nada yang agak tinggi.

 

“Iya aku juga akan berusaha seperti itu, aku tau pada dasarnya kamu menyuruh aku bangun pagi itu demi kebaikan aku juga. Jadi aku juga mau kamu lebih menyikapi ini dengan tenang. Jangan langsung nangis atau kesel. Karena ga mudah merubah kebiasaan yang udah berlangsung selama bertahun-tahun”

 

Lalu mereka diam untuk beberapa saat. Karena saat itu datang waiters membawa jus strawberry pesanan Kayla.

 

“Aku selalu hargai usaha kamu. dengan berusaha punya niat untuk bangun pagi. tapi kamu juga hrs ngerti, kalo semua itu ga gampang” sambung Azmi

 

Namun Kayla kali ini menatap tajam mata Azmi, dan dia berkata,

 

“Cuma niat? Jd msh sebatas niat?” ungkap Kayla dgn penuh tanda tanya.

 

Dengan nada yang lembut, Azmi mencoba tuk menenangkan, sambil mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Kayla.

 

“Ya gak lah, tentunya dengan berusaha sekeras-kerasnya. Aku janji sayaaang..” rayu Azmi.

 

Mendengar janji Azmi itu, hati Kayla mulai tenang. Namun ternyta ia terkejut saat melihat jari tangan Azmi. Karena disana ada cincin yang melingkar di jari manisnya. Dan yang membuat Kayla heran dan kaget cincin itu bukanlah cincin darinya.

 

“Itu….” Sambil mata Kayla tertuju kepada cincin yang dipakai Azmi.

 

“Itu cincin sapa?” Kayla bertanya seiring dengan detak jantungnya yang semakin cepat.

 

Lalu Azmi menjawab,

 

“ini cincin aku”

 

Sesaat itu juga Azmi merogoh kantong celananya dan mengambil sebuah cincin juga. Tepatnya, cincin yang dari kantong itu adalah cincin titipan Kayla. Dia tidak memakainya lagi. Tapi Azmi malah memakai cincin lain, dan entah itu cincin dari siapa.

 

“Ini, aku kembalikan cincin kamu, sesuai dengan katamu dulu saat kamu ngasih cincin ini” kata Azmi sambil meletakkan cincin titipan Kayla itu di atas meja.

 

Mata Kayla mulai berkaca-kaca. Pikirannya kacau balau. Dia ingat pernah berpesan bahwa Azmi hrs mengembalikan cincin itu bila dia sudah menemukan pengganti dirinya.

 

Seketika itu juga darahnya terasa turun drastis, mukanya menjadi pucat Bibirnya bergetar seiring dengan nafas yang tak teratur. Ia berpikir jika Azmi mengembalikan cincin itu berarti ia sudah menemukan pengganti dirinya.

 

Dengan nada yang terbata Kayla bertanya,

“kamu… ka…kamu, sudah punya cinta yang lain, selain aku? jawab dgn jujur Azmi..!!”

 

Mendengar itu, Azmi malah tersenyum, dan hal ini membuat Kayla semakin tak menentu, kemudian Azmi berkata.

 

“Bukan, bukan karena itu. Aku mengembalikan cincin ini karena aku punya cincin penggantinya, dan bukanlah aku menemukan pengganti cinta kamu”

 

Mendengar kata-kata Azmi itu perasaan Kayla sedikit tenang, dan malah sekarang dia terlihat nampak kebingungan.

 

“Maksud kamu? aku ga ngerti” Tanya Kayla dengan heran.

 

“Ini..” kata Azmi sambil mengeluarkan kotak kecil berwarna merah seperti kotak berisikan cincin.

 

Azmi mempersilahkan Kayla untuk mengambilnya, dan Kayla meraihnya untuk kemudian membukanya dengan perlahan. Ternyata benar, isinya adalah cincin. Cincin perak bermata biru dengan bentuk yang sederhana namun tetap elegan. Kontan dia terkejut melihat cincin itu. Karena cincin itu persis dengan cincin yang pernah diliatnya saat di BIP, cincin yang sangat didambanya.

 

“Tunggu dlu, kamu beli cincin ini dari BIP ya?” Tanya Kayla.

 

“Iya, kok kamu tau yank?” jawab Azmi

 

“Subhanallaahh, aku tuh emang pengeeenn cincin ini udah lama, kok pas banget sih kamu beli cincin ini buat aku?”

 

Kayla masih merasa kagum dengan apa yang terjadi, dia merasa heran. Semuanya seperti dalam cerita novel atau seperti kisah sinetron yang happy ending.

 

“Yaa ga tau yah, aku sih karena liatnya bagus aja, jadi aku beli deh. Mungkin karena kita emang udah sehati.hehe. Tapi ya syukurlah, kalo bgitu, kamu suka kan ma cincin itu” kata Azmi.

 

“Suka banget sayang, aku sukaaa..makasiihh sayaanng” jawab Kayla dengan nada yang senang.

 

Tapi sesaat Kayla terdiam, nampaknya ada sesuatu yang ingin dia katakan.

 

“Emang, kapan kamu beli cincin ini?” Tanya Kayla heran.

 

“Hehehe… waktu tadi sore. kamu ingat, kenapa wktu kita ketemu dikampus aku ga nerusin obrolan kita? Malah ninggalin kamu buru2?” Azmi balik bertanya.

 

“Iya aku ingat, terus kenapa” Kayla semakin penasaran.

 

“Naaahh… itu karena aku harus pergi ke BIP, ya beli cincin ini.hehehe”

 

“Oooohhh yaa ampuunnn kenapa kamu ga bilang, padahal sikap kamu tadi sore tuh bikin aku beteeeee banget. Aku pikir kamu ninggalin aku gitu aja. Tega da kamu mah” sahut Kayla lagi.

 

“Yee kalo aku bilang, nanti bukan surprise namanya” kata Azmi

 

“hehhee ayank bisa aja, makasih yaaaaaa” kata Kayla sambil menggengam erat tangan Azmi.

 

Tapi tak lama berselang, Kayla kembali terdiam. Dan bertanya,

 

“Ehh teruus, itu yang dipake kamu, cincin dari siapa”

 

Lalu Azmi menjawab sambil tersenyum,

 

“Bukan dari sapa2, ini cincin dapet beli juga tadi. Kan ini cincin couple. Kamu pake itu, dan aku pake ini” sambil dia mengangkat jari manis kirinya.

 

“Iya gitu?” sambung Kayla.

 

“Kalo ga percaya coba deh kamu liat di sisi bagian dalam cincin itu” kata Azmi sambil dia pun membuka cincin yang dipakainya.

 

Dicincin Kayla tertulis “love nyunyun” sedangkan di cincin Azmi tertulis “love soang”. Dan didalam kotak cincin itu ada secarik kertas bertuliskan “would u marrie me??”

 

Melihat itu, ekspresi wajah Kayla nampak berbinar-binar. Sangat jauh berbeda dengan ekspresinya beberapa saat yang lalu. Nampak ekspresi kebahagiaan terpancar. Hingga pesonanya yang cantik pun semakin terlihat dimata Azmi. Dan Azmi menatap dalam ke mata Kayla sambil dia memegang tangan kirinya.

 

“Hei…jangan bengong, ayo jawab pertanyaan yang ada dikertas itu”

 

“Yes of course beib” kata Kayla dengan senyum dan tatapan penuh kebahagiaan.

 

“Tapi dengan syarat, kamu hrs bisa bangun jam 5 subuh tiap harinya, ga boleh tidur lagi abis solat subuh, terus ga boleh tidur sore, gimana?” sambung Kayla.

 

“Yes of course beib” jawab Azmi dengan nada pasti.

 

************

 

Aku Cinta, Kamu juga Cinta

“Sayang, kayaknya udah malem nih, kita pulang yuk” ujar Azmi. Sambil dia meminum tegukan terakhir cappuccinonya.

 

“Oke sayang.. tapi, aku pulang sendiri nih?” kata Kayla.

 

“Engga kok, aku anterin kamu pk motor. Tapi nanti kamu harus pegangan yang kuat ya, takut jatuh”

 

“Uuuuhh sayang, pasti doonk.. kamu perhatian deh sama aku” sahut Kayla manja.

 

“Bukan cuman perhatian, soalnya kalo kamu jatuh dari motor nanti aku malah dipenjara 3 bulan” jawab Azmi sambil senyum-senyum.

 

“Kok dipenjara” sambung Kayla heran.

 

“Yaiyalah, kan sekarang udah ada perda, kalo dijalan raya itu gak boleh buang sampah sembarangan, jadi kalo kamu jatuh dari motor, nanti malah aku dikejar-kejar satpol PP kota Bandung, disangka buang sampah di jalan. wakakakakak”

 

Mendengar jawaban itu, Kayla pun spontan mencubit perut Azmi sambil dia berteriak dengan keras

 

“Nyuuuuuunyuuuunnn mah beleggguuuug, tapi aku cintaaaaaaaa kamuuuuu”

 

Azmi pun berteriak sambil menahan sakit cubitan Kayla.

 

“Aaww..awww..soooooaaaannngggg, aku juga cintaaaaaaa kamuuuu pisaann..”

 

Teriakan mereka tentu saja membuat orang-orang di café itu menoleh kearah mereka sambil menatap heran. Tapi rupanya Kayla dan Azmi tak peduli akan hal itu.

************

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Cincin Terakhir untuk Cinta Terakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s